FAM Diminta Realistis Soal Buruan Pelatih Baru Malaysia
Asosiasi Sepak Bola Malaysia, atau FAM, disebut perlu bersikap lebih realistis dalam mencari pelatih baru untuk tim nasional mereka. Nama Hajime...
Asosiasi Sepak Bola Malaysia, atau FAM, disebut perlu bersikap lebih realistis dalam mencari pelatih baru untuk tim nasional mereka. Nama Hajime Moriyasu ikut masuk dalam pembahasan, tetapi laporan media menyebut pelatih asal Jepang itu tidak tertarik untuk menangani Malaysia saat ini.
Moriyasu diklaim lebih memilih melanjutkan karier di Eropa setelah masa tugasnya bersama Timnas Jepang berakhir pada Februari 2027. Seorang agen yang dekat dengan agensi di Jepang bahkan disebut menilai peluang Moriyasu menuju Eropa lebih besar dibanding menerima tantangan baru di Asia Tenggara.
Laporan tersebut juga menyebut Moriyasu lebih menyukai pekerjaan harian dalam pengelolaan klub daripada menangani tim nasional. Karena itu, FAM dinilai tidak bisa terlalu berharap besar jika benar ingin menjadikan Moriyasu sebagai kandidat utama untuk kursi pelatih Malaysia.
Biaya besar ikut jadi pertimbangan
Selain soal minat sang pelatih, aspek finansial juga disebut menjadi hambatan. FAM diperkirakan perlu menyiapkan hingga 10 juta ringgit Malaysia untuk gaji tahunan Moriyasu. Angka itu menunjukkan bahwa upaya mendatangkan pelatih berpengalaman tidak hanya soal kesesuaian proyek, tetapi juga kesiapan anggaran.
Dalam situasi seperti ini, Malaysia dipandang masih membutuhkan pelatih kepala permanen yang bisa membantu meningkatkan daya saing tim di level internasional. Keberadaan pelatih tetap dianggap penting agar arah pembinaan dan persiapan tim nasional tidak terus berganti.
Nama pelatih permanen menjadi sorotan karena posisi tersebut masih belum terisi secara definitif. Dengan kebutuhan untuk memperkuat daya saing, FAM diharapkan bisa menentukan pilihan yang lebih sesuai dengan kondisi tim dan kemampuan organisasi.
Situasi kursi pelatih Malaysia masih terbuka
Perubahan di bangku pelatih Malaysia juga membuat pencarian sosok baru semakin diperhatikan. Peter Cklamovski disebut meninggalkan Malaysia pada awal tahun, sementara Tan Cheng Hoe menangani Malaysia sebagai pelatih sementara sejak Juli.
Keadaan ini membuat FAM berada dalam fase penting untuk menentukan langkah berikutnya. Menurut laporan yang beredar, mereka perlu membaca situasi dengan lebih hati-hati agar tidak salah memilih target, terutama jika kandidat yang dibidik ternyata memiliki rencana karier lain.
Di tengah spekulasi itu, perhatian publik akan terus tertuju pada siapa yang akhirnya dipilih FAM untuk memimpin Malaysia. Untuk mengikuti kabar lanjutan seputar kursi pelatih dan perkembangan lain di sepak bola, pembaca bisa memantau Nowgoal.
Diolah dari pemberitaan VIVA.